Khamis, 25 September 2014

Hadis 04

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

"Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya sesuatu perbuatan. Jika niatnya benar, perbuatannya itu benar dan jika niatnya buruk, perbuatannya itu juga buruk."
(Imam al-Nawawi)

"Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu (Muhammad) tentang AKU, maka sesungguhnya AKU dekat. AKU kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-KU. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-KU dan beriman kepada-KU, agar mereka beroleh kebenaran."
[Al-Baqarah 2:186]


1. Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Nabi SAW bersabda (dalam Hadits qudsi) bahwa ALLAH SWT berfirman:

"AKU mengikuti sangkaan hamba-KU kepada-KU, dan AKU bersamanya apabila ia mengingat-KU. Jika ia mengingat-KU di dalam hatinya, maka AKU mengingat ia dalam hati-KU, dan jika ia menyebut AKU di dalam majelis, maka AKU menyebut ia dalan majelis yang lebih baik daripada majelis mereka (yaitu majelis para malaikat). Jika hamba-KU mendekat AKU satu hasta, maka AKU akan mendekatinya satu depa, jika ia datang pada-KU dengan berjalan, maka AKU datang padanya dengan berlari." (Hr. Bukhari, bab Firman ALLAH SWT, "Dan ALLAH memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-NYA." Qs. Ali Imran [3] : 28 - VI/2694)

2. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa memaafkan kesalahan seorang muslim, maka ALLAH memaafkan kesalahannya pada hari kiamat." (Hr. Ibnu Hibban. Berkata pentahqiq, "Isnadnya shahih," XI/405)

3. Dari Jabir bin Abdillah r.huma, dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"Manusia itu bagaikan tambang emas dan perak. Maka orang yang terbaik pada masa jahiliyah, adalah juga (menjadi) yang terbaik dalam Islam (setelah ia masuk Islam) apabila mereka memahami (ajaran Islam)." (Hr. Ahmad dalam Musnadnya II/539)

4. Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila ALLAH menghendaki suatu kebaikan kepada hamba-NYA, maka DIA memberinya kefahaman dalam agama dan mengilhamkan padanya petunjuk (pada kebenaran)." (Hr. Bazzar dan Thabrani dalam al Kabiir, dan para perawinya bisa dipercaya - Majma'uz Zawa'id I/327)

5. Dari Ibnu Umar r.anhuma, dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"Tidak boleh hasad (iri hati) kecuali terhadap dua macam: Pertama, orang yang diberi oleh ALLAH (kemampuan membaca dan menghafal) al Quran, dan ia selalu membacanya pada waktu malam dan siang hari; kedua, orang yang diberi oleh ALLAH keluasan harta dan ia menginfakkannya (di jalan ALLAH) pada malam dan siang hari." (Hr. Muslim, bab Keutamaan orang yang membaca al Quran, Hadits nomor 189)

6. Dari Abu Malik al Asy'ariy r.a. berkata bahawa Rasulullah SAW bersabda:

"Kebersihan (kesucian) itu sebagian dari iman, al Hamdulillaah memenuhi timbangan, Subhaanallaah dan Alhamdulillah keduanya memenuhi (jarak) antara langit dan bumi, shalat adalah nur, sedekah adalah bukti (keikhlasan iman), sabar adalah cahaya, dan Quran adalah hujjah (pembela) bagimu atau penuntut atasmu." (Hr. Muslim, bab Keutamaan wudhu, Hadits nomor 534)

7. Dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Aku mendengar kekasihku, Rasulullah SAW bersabda: 'Perhiasan seorang mukmin (pada hari kiamat) akan sampai sebatas sampainya air wudhu'." (Hr. Muslim, bab Batas sampainya perhiasan..., Hadits nomor 586)

8.Dari Wa'il ibnu Hijr r.a. berkata:

"Apabila Rasulullah SAW ruku', beliau merenggangkan jari-jarinya, dan apabila sujud, beliau merapatkan jari-jarinya." (Hr. Thabrani, dalam al Kabiir, dan isnadnya hasan - Majma'uz Zawa'id II/325)

9. Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"Barangsiapa pergi ke masjid pada waktu pagi dan pada waktu petang, maka ALLAH menyediakan baginya tempat tinggalnya (istana yang megah) di dalam surga setiap kali ia berangkat (ke masjid) baik pada waktu pagi atau pun pada waktu petang." (Hr. Bukhari, bab Keutamaan orang yang berangkat ke masjid..., Hadits nomor 662)

10. Dari Abu Dzar r.a., sesungguhnya Nabi SAW keluar pada musim dingin, sedang daun-daun berguguran. Beliau mengambil dua ranting pohon, hingga daun-daunnya berguguran, lalu beliau bersabda padaku:

"Hai Abu Dzar!"

Aku menjawab: "Labbaik, ya Rasulullah!"

Beliau bersabda: "Sesungguhnya apabila seorang muslim mengerjakan shalat semata-mata karena ALLAH, maka dosa-dosanya akan berguguran sebagaimana daun-daun berguguran dari pohon ini." (Hr. Ahmad dalam Musnadnya V/179)

Alhamdulillah. Semoga bermanfaat. Bi Iznillah.

Wassalam.

Isnin, 16 Disember 2013

Fadilat Amal 03

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bab 3
Kitab Puasa

Hadis 1
Keutamaan Berpuasa

173. Dari Abu Hurairah r.a, ia mengatakan bahawa Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amalan manusia akan digandakan pahalanya, satu amalan sepuluh sampai 700 kali. ALLAH SWT berfirman, ‘Kecuali pahala puasa, itu sesungguhnya milik-KU. Dan AKU akan memberi pahala baginya, dia tinggalkan syahwatnya, makannya hanya kerana AKU.’ Untuk orang puasa ada dua kesenangan; pertama, waktu berbuka, dan kedua, ketika bertemu Rabbnya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi ALLAH daripada minyak misik (dalam riwayat lain puasa merupakan pelindung, maka ketika berpuasa jangan saling mengejek. Kalau kamu diejek-ejek, maka katakanlah. ‘Aku sedang berpuasa.’)” [Hadis riwayat Bukhari: 1894, 1904, 5927, Muslim: 1151, Abu Dawud: 2326, Tirmidzi: 764 dan Ibnu Majah: 1691]

174. Dari Sahal bin Saad r.a, dari Nabi SAW, baginda bersabda:

“Sesungguhnya dalam Syurga ada satu pintu yang diberi nama Arra’yan, dimana yang menempatinya hanya orang yang berpuasa dan tidak ada orang lain yang melewati sebelumnya. Lalu dikatakan, ‘Mana orang-orang yang puasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa itu masuk dari pintu itu. Kalau semua telah masuk, maka pintu tertutup sehingga tidak seorang pun memasukinya.” [Hadis riwayat Muslim: 1152, Bukhari: 1896, Nasa’i: 2239 dan Tirmidzi: 765]

175. Dari Abu Umamah r.a, ia berkata:

“Aku datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, perintahkanlah saya untuk satu perkara!’ Maka Rasulullah SAW berkata, ‘ Hendaklah kamu sentiasa berpuasa, kerana sesungguhnya puasa itu pahalanya tidak ada yang membandinginya.” [Hadis riwayat Nasa’i: 2222 dan Imam Ahmad: 5/249]

176. Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang memberi infak kepada kedua isterinya fisabilillah, maka ia akan dipanggil dari pintu Syurga, ‘Wahai Abdullah, ini adalah baik, maka barangsiapa ahli solat, akan dipanggil dari pintu solat, ahli jihad dari pintu jihad, ahli puasa dari pintu arra’yan, ahli sedekah dari pintu sedekah,’ maka Abu Bakar r.a berkata, ‘Saya tebus tuan dengan bapa dan ibuku, apakah seorang dipanggil dari semua pintu itu?’ Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Ya dan saya berharap kamu termasuk di dalamnya.” [Hadis riwayat Bukhari: 1897, Muslim: 1927 dan Nasa’i: 3137, 2441]

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Sekian. Wassalam.

Rabu, 25 September 2013

Hadis 03

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

"Berbuat baik pada kedua ibu bapa, menghubungkan silaturrahim dengan izin ALLAH boleh memanjangkan umur."

"Dan DIA telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-NYA. Dan jika kamu menghitung nikmat ALLAH, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat ALLAH)."
[Ibrahim 14:34]


1. Dari Aisyah r.ha. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang diberi sebagian dari kelembutan, maka ia telah diberi bagian dari kebaikan dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang dicabut sebagian dari kelembutannya, maka ia telah kehilangan bagiannya dari kebaikan dunia dan akhirat." (Hr. al Baghawi dalam Syarhus Sunnah XIII/74)

2. Dari Abdullah bin Mas'ud, dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"As Salam adalah satu nama dari nama-nama ALLAH SWT yang ALLAH letakkan di bumi. Maka sebarkanlah salam di antara kalian. Kerana sesungguhnya apabila seorang muslim melalui satu kaum, lalu mengucapkan salam kepada mereka dan mereka menjawab salamnya, maka orang yang memulai memberi salam mendapat kelebihan satu derajat di atas orang-orang yang diberi salam. Dan jika mereka tidak menjawab salamnya, maka makhluk yang lebih mulia daripada mereka (yaitu malaikat) akan menjawab salamnya." (Hr. Bazzar dan Thabrani, dan salah satu dari dua isnad al Bazzar adalah baik dan kuat - at Targhib III/427)

3. Dari Jabir bin Abdullah r.huma., sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

"Semoga ALLAH merahmati seseorang yang lembut (murah hati) ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih utang." (Hr. Bukhari, bab Mudah dan murah ketika membeli dan menjual..., Hadits nomor 2076)

4. Dari Abu Darda r.a. berkata: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Perhatikanlah orang-orang yang lemah, kerana sesungguhnya kamu sekalian diberi rezeki dan ditolong hanyalah disebabkan adanya orang-orang yang lemah di antara kalian"." (Hr. Abu Dawud, bab Meminta bantuan..., Hadits nomor 2594)

5. Dari Jabir r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Tiga perkara yang barangsiapa memilikinya, maka ALLAH pasti melindunginya di bawah rahmat-NYA (pada hari kiamat) dan akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu:

(1) sayang (bersopan santun) kepada yang lemah;
(2) kasih sayang kepada orang tua; dan
(3) berlaku baik kepada hamba sahaya (bawahan)." (Hr. Tirmidzi. Katanya, "Ini Hadits hasan gharib." Bab yang berkenaan dengan hal itu, ada empat hadits. Hadits nomor 2494)

6. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya seseorang yang akan diberi kedudukan tinggi di sisi ALLAH, sedangkan ia tidak dapat mencapai kedudukan itu dengan 'amalnya, maka ALLAH terus-menerus mengujinya dengan (kesusahan dan kesulitan) yang tidak disukainya sehingga ia dapat mencapai kedudukan tinggi tersebut." (Hr. Abu Ya'la. Dalam riwayat lain yang juga dari Abu Ya'la disebutkan: ...diberi kedudukan yang tinggi di sisi ALLAH. Para perawinya tsiqat - Majma'uz Zawa'id III/13)

7. Dari Ibnu Abas r.huma. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

"Empat perkara yang barangsiapa diberi keempat perkara itu, maka sungguh ia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat:

(1) hati yang senantiasa bersyukur;
(2) lidah yang senantiasa berdzikir (menyebut nama ALLAH);
(3) badan yang senantiasa bersabar atas segala musibah (kesusahan); dan
(4) seorang isteri yang tidak berkhianat kepada suaminya, menjaga kesucian dirinya dan harta suaminya." (Hr. Thabrani dalam al Kabiir dan al Awsath, dan para perawi al Awsath adalah shahih - Majma'uz Zawaa'id IV/502)

8. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang ingin agar ALLAH  SWT menerima doanya ketika ia menghadapi masalah dan kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak doa pada waktu senang." (Hr. Tirmidzi. Katanya, "Ini Hadits hasan gharib." Bab sesungguhnya doa seorang muslim itu mustajab. Hadits nomor 3382)

9. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW:

"Berdoalah kepada ALLAH SWT dan kalian merasa yakin bahwa doa kalian pasti diterima, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya ALLAH tidak akan menerima doa yang datang dari hati yang lalai lagi main-main." (Hr. Tirmidzi. Katanya, "Ini Hadits gharib," dalam Kitaabud Da'awaat, Hadits nomor 3479)

10. Dari Abu Umamah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"Barangsiapa yang pergi ke masjid dengan tiada maksud lain kecuali untuk mempelajari suatu 'amal kebaikan atau untuk mengajarkannya (pada orang lain), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan haji yang sempurna (mabrur)." (Hr. Thabrani dalam al Kabiir, dan para perawinya seluruhnya bisa dipercaya - Majma'uz Zawa'id I/329)

Semoga dapat dijadikan bahan rujukan. Aamiin.

Wassalam.

Ahad, 16 Disember 2012

Fadilat Amal 02

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bab 2
Kitab Janaiz dan Lain-Lain

Hadis 1
Fadilat Memandikan dan Mengkafani Jenazah

138. Dari Ali r.a, ia mengatakan bahawa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa memandikan jenazah dan mengkafaninya, memberinya minyak wangi (merawatnya), menghantarkannya, dan mensolati serta tidak menyebarkan aib yang dilihatnya, maka ia telah keluar dari kesalahannya seperti ketika ia dilahirkan oleh ibunya.” [Hadis riwayat Ibnu Majah: 1462]

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Sekian. Wassalam.

Selasa, 25 September 2012

Hadis 02

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

"Hati yang istiqamah adalah hati yang sentiasa lurus dalam ketaatan kepada ALLAH, baik berupa keyakinan, perkataan, mahupun perbuatan."
(Imam al-Qurtubi)

"ALLAH tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan ALLAH Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
[An-Nisa 4:148]


1. Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.huma. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya hamba ALLAH yang mukmin apabila kekasihnya yang paling ia cintai diambil oleh ALLAH, lalu ia bersabar dan mengharap ridha ALLAH dan pahala dari-NYA, serta ia mengucapkan apa yang diperintahkan ALLAH padanya (yaitu ucapan: Innaa lillaahi wa innaa lilahi raaji'uun), maka sungguh ALLAH tidak akan ridha membalasnya dengan pahala apa pun kecuali surga." (Hr. Nasai, bab Pahala orang yang sabar dan ihtisab, Hadits nomor 1872)

2. Dari Abu Umamah r.a., bahwasanya seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Wahai Rasulullah, apa iman itu?"

Beliau menjawab: "Apabila amal baikmu membuatmu senang dan amal burukmu membuatmu susah (sedih), berarti engkau adalah seorang mukmin (orang beriman)." (Hr. Hakim dan menurutnya shahih, disepakati oleh ad Dzahabi I/13, 14)

3. Dari Abbas bin Abdul Muthalib r.a. berkata:

"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa yang ridha ALLAH sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad SAW sebagai utusan ALLAH niscaya ia merasakan lezatnya (manisnya) iman.'" (Hr. Muslim, bab Dalil yang menyatakan bahwa orang yang ridha ALLAH sebagai Rabbnya..., Hadits nomor 151)

4. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila salah seorang di antara kalian dibuatkan makanan oleh pembantunya (hamba sahayanya), lalu pembantunya itu membawakan makanan itu ke hadapannya, sedang ketika (membuat makanan itu) ia telah bersusah payah karena panas dan asapnya, maka hendaklah majikan itu mengajak pembantunya untuk duduk dan makan bersamanya. Jika makanan itu sedikit (tidak cukup untuk dua orang), maka hendaklah (setidaknya) ia memberinya satu atau dua suap." (Hr. Muslim, hab Memberi makan hamba sahaya dari makanan yang ia makan..., Hadits nomor 4317)

5. Dari Umar bin Khaththab berkata: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya semua amal itu tergantung niat, dan sesungguhnya seseorang itu hanya menerima balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang (niat) hijrahnya karena ALLAH dan Rasul-NYA, maka hijrahnya akan diterima oleh ALLAH dan Rasul-NYA (ia akan memperoleh keridhaan ALLAH dan Rasul-NYA). Dan barangsiapa (niat) hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dikawininya, maka (balasan) hijrahnya itu sesuai dengan apa yang diniatkannya"." (Hr. Bukhari, bab Niat dalam Iman, Hadits nomor 6689)

6. Dari Watsilah bin al Asqa' r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Janganlah menampakkan kegembiraan atas (musibah yang menimpa) saudaramu, karena (boleh jadi) ALLAH menurunkan rahmat-NYA pada orang itu (dengan menghilangkan musibahnya) dan menimpakan musibah itu padamu." (Hr. Tirmidzi. Katanya, "Ini Hadits hasan gharib." Bab Janganlah menampakkan kegembiraan atas musibah saudaramu. Hadits nomor 2506)

7. 'Atha bin Abdullah al Khurasani Rahimahullah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Berjabat tanganlah sesama kalian, niscaya kebencian (dendam) akan hilang, dan saling memberi hadiahlah satu sama lain, niscaya kalian akan saling mencintai dan hilangnya permusuhan." (Hr. Imam Malik dalam al Muwaththa, tentang Pertengkaran, hal. 706)

8. Dari Abdullah bin Amr r.huma. meriwayatkan bahwa seorang lelaki telah bertanya kepada Nabi SAW:

"Manakah Islam yang terbaik?"

Nabi SAW menjawab: "Engkau memberi makan (pada orang lain) dan mengucapkan salam kepada yang engkau kenal dan orang yang tidak kau kenal." (Hr. Bukhari, bab Memberi makan itu bagian dari Islam, Hadits nomor 12)

9. Dari Ibnu Umar r.huma., sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

"Orang Mukmin yang berbaur dengan orang-orang (masyarakat) dan bersabar atas gangguan (ketidakenakkan yang diperbuat oleh) mereka, memperoleh pahala lebih besar daripada seorang Mukmin yang tidak berbaur dengan masyarakat, dan ia tidak bersabar menahan kesusahan yang ditimbulkan oleh mereka." (Hr. Ibnu Majah, bab Kesabaran atas musibah, hadits nomor 4032)

10. Dari Shuhaib r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Seluruh perkara (keadaan) yang dihadapinya menjadi kebaikan baginya. Sedangkan hal itu tidak berlaku bagi siapa pun kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur (kepada ALLAH), maka syukurnya itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ia ditimpa musibah, ia bersabar, maka kesabarannya itu menjadi kebaikan baginya." (Hr. Muslim, bab Orang mukmin itu semua urusannya menjadi kebaikan baginya)

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Wassalam :)

Jumaat, 16 Disember 2011

Fadilat Amal 01

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bab 1
Taharah, Solat dan Zikir

Hadis 1
Keutamaan Wuduk

1.     Dari Usman bin Affan r.a Nabi SAW bersabda:

“Barangsiapa berwuduk dengan sempurna, maka dosa-dosanya akan keluar dari jasadnya, bahkan dari kuku-kukunya.” [Hadis riwayat Muslim: 245]

2.     Dari Abu Hurairah r.a, dia mengatakan bahawa Nabi SAW bersabda:

“Kalau seorang hamba (muslim, mukmin) berwuduk kemudian mengusap wajahnya maka dosa yang dikerjakan oleh kedua matanya akan keluar dari wajahnya bersamaan dengan titisan air yang terakhir, kalau ia membasuh kedua tangannya maka akan keluar dosa-dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya maka akan keluar dosa-dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya bersama dengan titisan air yang terakhir, dan kalau ia membasuh kakinya maka kesalahan yang dilakukan kedua kakinya akan keluar bersama dengan titisan air yang terakhir sehingga ia selesai berwuduk dalam keadaan bersih dari dosa-dosanya.” [Hadis riwayat Muslim: 244, Tirmidzi (2) Ibnu Huzaimah (4) Ahmad: (2/303)]

3.     Dari ‘Amar bin ‘Abasah r.a, ia mengatakan bahawa Nabi SAW bersabda:

“Tidaklah salah satu di antara kalian mendekatkan air wuduknya, kemudian ia berkumur dan menghirup air ke hidungnya dan mengeluarkannya, kecuali berguguranlah dosa-dosanya yang dikerjakan wajahnya dan hidungnya. Kemudian kalau ia membasuh wajahnya seperti yang diperintahkan oleh ALLAH SWT, maka berguguranlah dosa-dosa wajahnya sampai hujung-hujung janggutnya bersama dengan titisan air. Dan tidaklah ia membasuh kedua tangannya hingga siku-siku, kecuali berguguranlah dosa-dosa kedua tangannya hingga hujung-hujung jarinya bersama dengan titisan air. Dan tidaklah ia mengusap kepalanya, kecuali berguguranlah dosa-dosa dari kepalanya hingga hujung-hujung rambutnya. Dan tidaklah ia membasuh kedua kakinya hingga mata kakinya, kecuali berguguranlah dosa-dosa yang dikerjakan oleh mata kakinya bersama dengan titisan air. Dan tidaklah ia berdiri solat, kemudian memuji ALLAH SWT, kecuali ia akan kembali dari kesalahannya sebagaimana ia baru dilahirkan oleh ibunya.” [Hadis riwayat Muslim: 832, Nasa’i: 103, Ibnu Majah: 283]

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Sekian. Wassalam.

Ahad, 25 September 2011

Hadis 01


Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 "Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."
[Al-An'am 6:132]


 1. Dari Abu Musa r.a. berkata bahwa Nabi SAW bersabda:

"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya seperti orang yang hidup dan orang yang mati." (Hr. Bukhari, bab Keutamaan Dzikrullah 'Azza wajalla, Hadits nomor 6407. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan, "Perumpamaan rumah yang di dalamnya didzikirkan nama ALLAH dan tidak didzikirkan nama ALLAH seperti orang yang hidup dan orang yang mati." Bab Anjuran melakukan shalat nafil di rumah..., Hadits nomor 1823)

 2. Dari Abu Musa al Ays'ari r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Perumpamaan orang mukmin yang membaca al Quran seperti buah utrujah (limau manis), baunya harum dan rasanya manis; perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca al Quran seperti buah kurma, tidak mempunyai bau harum tetapi rasanya manis; perumpamaan orang munafik yang membaca al Quran seperti buah raihan, baunya harum tetapi rasanya pahit; dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al Quran seperti buah hanzhalah, tidak mempunyai bau harum dan rasanya pahit." (Hr. Muslim, bab Keutamaan hafizh (orang yang hafal) Quran, Hadits nomor 186)

 3. Dari 'Uqbah bin Amir r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Tiadalah seorang penunggang (musafir) yang menyendiri dalam perjalanannya dan hanya ditemani ALLAH dan dzikrullah, kecuali satu malaikat akan mengikutinya. Dan tiadalah ia menyendiri (dalam perjalanannya) lalu ditemani dengan sya'ir (nyanyian) atau semacamnya, kecuali syetan akan menemaninya." (Hr. Thabrani, dan isnadnya hasan - Majma'uz Zawaa'id X/185)

 4. Dari Abu Abdullah al Asy'ariy r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Perumpamaan orang yang tidak menyempurnakan ruku'nya dan yang tergesa-gesa dalam sujudnya seperti seorang yang lapar yang makan satu atau dua butir kurma, yang sama sekali tidak cukup (untuk menghilangkan laparnya)." (Hr. Thabrani dalam al Kabiir juga Abu Ya'la, dan isnadnya hasan - Majma'uz Zawa'id II/303)

 5. Dari Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Umatku akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam suatu keadaan yang anggota-anggota dan muka mereka bercahaya dari bekas wudhu'. Oleh sebab itu barangsiapa yang sanggup di antara kamu untuk memperpanjang sinarannya. Biarlah dia berbuat demikian." (Hr. Bukhari)

 6. Dari Abu Sa'id al Khudri r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa mencintai masjid, maka ALLAH mencintainya." (Hr. Thabrani dalam al Awsath. Dalam sanadnya terdapat Ibnu Lahi'ah, ia diperbincangkan - Majma'uz Zawa'id II/135)

 7. Dari Abu Said al Khudri r.a., sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila seseorang masuk Islam, dan baik ke-Islamannya (mengamalkan syari'at Islam dengan sebaik-baiknya), maka ALLAH akan mengampuni segala kesalahannya yang telah lalu dan setelah itu (ALLAH akan memberi) balasan: Satu amal kebaikan pahalanya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Sedangkan satu amal keburukan dibalas dengan sebanding (tidak dilipatgandakan), bahkan (boleh jadi) ALLAH membebaskannya," (Hr. Bukhari, bab Bagusnya ke-Islaman seseorang, Hadits nomor 41)

 8. Dari Anas r.a. berkata, Nabi SAW bersabda:

"Tiga perkara barangsiapa memilikinya, niscaya ia akan memperoleh (merasakan) manisnya iman:

(1) apabila ALLAH dan Rasul-NYA lebih ia cintai daripada yang lainnya;
(2) mencintai orang lain semata-mata karena ALLAH; dan
(3) benci (tidak mau) untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak mau untuk dicampakkan ke dalam api." (Hr. Bukhari, bab Manisnya iman..., Hadits nomor 16)

 9. Dari Abu Umamah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa mencintai karena ALLAH, membenci karena ALLAH, memberi karena ALLAH, dan menahan pemberian karena ALLAH, maka sungguh ia telah memperoleh kesempurnaan iman." (Hr. Abu Dawud, bab Dalil tentang bertambah dan berkurangnya iman...,Hadits nomor 4681)

10. Dari Umar bin Khaththab r.a., ia bercerita:

"Pernah beberapa orang tawanan perang dibawa ke hadapan Rasulullah SAW, ketika itu ada seorang tawanan perempuan mencari-cari (sesuatu), tiba-tiba ia menemukan seorang bayi di antara para tawanan, ia pun segera mengambil bayi itu, lalu ia pangku dan ia susui. (Ketika itu) Rasulullah SAW bersabda kepada kami: 'Apa pendapat kalian tentang perempuan ini, (tegakah sekiranya) ia melemparkan anaknya ke dalam api?' Kami menjawab: 'Tidak, demi ALLAH! Andaipun bisa, pasti dia tidak mungkin tega melemparkannya.' Lalu Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya ALLAH lebih sayang kepada hamba-hamba-NYA melebihi sayangnya perempuan ini kepada anaknya.'" (Hr. Muslim, bab Luasnya rahmat ALLAH SWT..., Hadits nomor 6978)

Semoga bermanfaat. Bi iznillah.

Wassalam.